Waspadai BCG Itis: Reaksi Normal Setelah Imunisasi, Bukan Tanda Bahaya
Banten, Obornewsbanten.com — Dinas Kesehatan Provinsi Banten mengimbau masyarakat, terutama para orang tua bayi, agar tidak khawatir bila muncul benjolan kecil atau luka di lengan anak setelah imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin), beberapa waktu lalu.
Kondisi ini dikenal dengan istilah BCG itis, dan merupakan reaksi tubuh yang normal serta menandakan bahwa vaksin bekerja dengan baik dalam membentuk kekebalan terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).
Vaksin BCG diberikan pada bayi usia 0–2 bulan, biasanya di lengan kanan atas. Setelah pemberian vaksin, dapat muncul benjolan merah kecil di tempat suntikan yang kemudian pecah dan mengeluarkan cairan ringan, lalu berubah menjadi luka kecil (ulkus) sebelum akhirnya mengering dan meninggalkan bekas parut (scar). Proses ini merupakan bagian dari reaksi alami tubuh terhadap vaksin, dan menunjukkan bahwa sistem kekebalan anak sedang terbentuk dengan baik.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, dr. H. Ati Pramudji Hastuti, MARS, menjelaskan bahwa reaksi BCG itis dapat muncul tidak hanya beberapa minggu, tetapi juga hingga beberapa bulan setelah imunisasi diberikan. Hal ini masih tergolong normal dan tidak perlu dikhawatirkan. “BCG itis adalah reaksi tubuh terhadap vaksin yang sedang bekerja. Orang tua cukup menjaga kebersihan area luka, tidak perlu diolesi salep atau ditutup perban, dan biarkan sembuh dengan sendirinya. Biasanya akan pulih dalam dua hingga tiga bulan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr. Ati juga menegaskan bahwa tidak semua anak yang telah diimunisasi BCG akan mengalami BCG itis, dan hal tersebut bukan berarti vaksin tidak bekerja atau harus diulang. Setiap anak memiliki respon imun yang berbeda, dan keberhasilan vaksin tidak diukur dari muncul atau tidaknya reaksi di kulit. “Anak yang tidak mengalami BCG itis tetap mendapatkan manfaat perlindungan dari vaksin. Tidak perlu dilakukan imunisasi ulang,” tambahnya.
Meskipun umumnya aman, orang tua disarankan untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul tanda-tanda tidak biasa, seperti luka yang terus bernanah, benjolan besar yang tidak sembuh dalam waktu lama, atau pembengkakan kelenjar di bawah ketiak. Petugas kesehatan akan membantu memeriksa dan memastikan kondisi tersebut tidak berlanjut menjadi infeksi sekunder.
Imunisasi BCG merupakan bagian dari program imunisasi dasar lengkap yang sangat penting untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis berat, seperti TBC otak (meningitis TBC) atau TBC pada organ dalam. Dinas Kesehatan Provinsi Banten menegaskan bahwa vaksin ini aman, efektif, dan tersedia gratis di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
“Kami berharap para orang tua tidak cemas melihat reaksi setelah imunisasi. Itu pertanda vaksin bekerja. Yang terpenting, pastikan semua imunisasi anak diberikan lengkap dan tepat waktu, agar anak-anak Banten tumbuh sehat dan terlindungi dari penyakit berbahaya,” tutup dr. Ati. (Advetorial)
