TANGERANG RAYA

Ular Sanca 4 Meter Gegerkan Warga Ciputat, Damkar Lakukan Evakuasi Cepat

CIPUTAT, obornewsbanten.com — Warga Perumahan Bukit Nusa Indah di Jalan Kasuari 1668, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, dikejutkan oleh kemunculan seekor ular sanca berukuran besar yang ditemukan di garasi rumah pada Minggu (10/5) dini hari.

Ular dengan panjang sekitar empat meter tersebut diketahui bersembunyi di bawah kolong mobil milik seorang warga bernama Agung. Karena khawatir membahayakan keselamatan penghuni rumah, pemilik langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangerang Selatan.

Komandan Regu (Danru) Tim Charlie Damkar Tangsel, Ilham Faturohman, menjelaskan bahwa laporan diterima pada pukul 00.54 WIB dan tim segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

“Pemilik rumah melaporkan adanya ular sanca besar di area garasi yang bersembunyi di bawah mobil. Sekitar 15 menit setelah laporan diterima, tim kami tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi,” ujar Ilham.

Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung dengan cepat dan lancar. Petugas hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk mengamankan ular tersebut.

“Alhamdulillah proses berjalan aman tanpa korban maupun kerusakan. Setelah berhasil dievakuasi, ular langsung dibawa ke Pos Merpati Pondok Aren untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Menurut Ilham, kemunculan ular tersebut diduga berasal dari aliran kali yang lokasinya tidak jauh dari permukiman warga.

“Kemungkinan ular datang dari aliran kali di sekitar rumah pelapor. Biasanya ular keluar untuk mencari makan atau tempat yang lebih hangat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, mengungkapkan bahwa jumlah operasi penyelamatan hewan berbahaya di wilayahnya meningkat signifikan sepanjang tahun ini.

“Sejauh ini, operasi nonkebakaran khususnya penyelamatan hewan berbahaya telah mencapai 360 kali. Kasus yang paling sering ditangani adalah ular dan biawak yang kini semakin sering masuk ke permukiman warga,” ungkapnya.

Ia menilai, meningkatnya kemunculan reptil di lingkungan permukiman disebabkan oleh semakin terbatasnya habitat alami akibat pembangunan yang pesat.

“Habitat hewan semakin menyempit karena pembangunan yang terus berlangsung. Akibatnya, ular dan biawak masuk ke permukiman untuk mencari makan,” jelasnya.

Ahmad Dohiri juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta rutin menjaga kebersihan lingkungan sekitar rumah guna mencegah masuknya hewan liar.

“Kami mengingatkan warga agar tidak mencoba menangkap hewan berbahaya sendiri tanpa keahlian. Segera hubungi layanan darurat Damkar Tangsel di nomor 0811900074 agar petugas dapat segera menangani,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *