Kesbangpol Banten Terima Audiensi BEM Banten Bersatu, Mahasiswa Sampaikan 10 Tuntutan Strategis
Serang, obornewsbanten.com – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Banten, Novriyadi Purwansyah, menerima audiensi dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu yang berlangsung di Aula Badan Kesbangpol Provinsi Banten, KP3B, pada Senin (29/6/2026). Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah perwakilan instansi terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten.

Dalam audiensi tersebut, BEM Banten Bersatu menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan daerah. Adapun tuntutan yang disampaikan meliputi:
1. Menegaskan penerapan Pergub Nomor 365 terkait pembatasan operasional kendaraan di luar jam yang telah ditentukan;
2. Mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Banten untuk melakukan advokasi terkait program sekolah gratis;
3. Menuntut evaluasi serta pencopotan Kepala Dinas Pendidikan di tingkat kabupaten/kota;
4. Mendesak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Banten untuk menjalankan tugas sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi);
5. Mendesak Gubernur Banten untuk melakukan pemulihan wilayah pertambangan melalui perbaikan lingkungan;
6. Menuntut Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten untuk menghentikan aktivitas pertambangan ilegal;
7. Mendesak evaluasi penggunaan anggaran Dana Kesejahteraan Masyarakat;
8. Menuntut penyelesaian persoalan sampah di Provinsi Banten;
9. Mendesak evaluasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK di Kabupaten Lebak;
10. Mendesak Pemerintah Provinsi Banten untuk menyelesaikan persoalan penahanan ijazah.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesbangpol Provinsi Banten menyampaikan bahwa pihaknya akan menampung dan meneruskan seluruh aspirasi mahasiswa kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan masing-masing. Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan mahasiswa dalam membangun daerah yang lebih baik.
Audiensi ini diharapkan menjadi wadah komunikasi yang konstruktif antara mahasiswa dan pemerintah, serta mampu mendorong percepatan penyelesaian berbagai persoalan yang ada di Provinsi Banten. (Adv)
