SERANG RAYA

FGD BAPPENAS, KEPALA DISPERINDAG BANTEN SOROTI PENGUATAN RANTAI NILAI INDUSTRI DAERAH DAN PERLUASAN AKSES PASAR

Serang, obornewsbanten.com  – Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, Dr. Iwan Hermawan, ST., MM, menghadiri undangan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) sebagai narasumber dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Koordinasi Strategis Pengembangan Konektivitas Wilayah untuk Peningkatan Nilai Tambah Wilayah Pembangunan Indonesia Barat di Provinsi Banten. (22 Juni 2026)

Kegiatan yang merupakan tindak lanjut Surat Undangan Bappenas dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026, bertempat di Ruang Rapat Semi Paripurna Lantai 2 Kantor Bappeda Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Iwan Hermawan, ST., MM hadir sebagai Narasumber 1 dan menyampaikan paparan bertajuk “Pengembangan Industri dan Perdagangan Banten dalam Mendukung Penguatan Rantai Nilai dan Perluasan Akses Pasar.”

Pada paparannya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten menekankan empat poin strategis yang menjadi fokus pengembangan sektor industri dan perdagangan di Provinsi Banten, yaitu:

1. Potensi Industri Banten;
2. Penguatan Rantai Nilai;
3. Perluasan Akses Pasar; dan
4. Usulan kepada Pemerintah Pusat.

Beliau menjelaskan bahwa Provinsi Banten memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri nasional. Oleh karena itu, diperlukan penguatan rantai nilai industri yang terintegrasi mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, distribusi, hingga pemasaran guna meningkatkan daya saing daerah serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian masyarakat.

Selain itu, perluasan akses pasar baik domestik maupun internasional menjadi langkah penting untuk meningkatkan kinerja sektor industri dan perdagangan. Dukungan Pemerintah Pusat melalui penguatan infrastruktur, konektivitas wilayah, serta pengembangan kawasan industri dan logistik menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kegiatan FGD dibuka oleh Direktur Pembangunan Indonesia Barat Bappenas pada pukul 14.00 WIB. Setelah pemaparan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, kegiatan dilanjutkan dengan paparan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan Kepala Bappeda Provinsi Banten.

Sesi diskusi berlangsung secara interaktif dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya perwakilan PT Vopak Terminal Merak, PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, PT Angkasa Pura Indonesia, serta pelaku usaha kawasan industri. Kegiatan ditutup oleh Direktur Pembangunan Indonesia Barat Bappenas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, KSOP Kelas I Banten, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Kepala Bappeda Provinsi Banten, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak, serta Direktur Utama PT Krakatau Industrial Estate Cilegon.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten didampingi oleh tim Disperindag Provinsi Banten, yaitu Ratu Eva Fahriah, SST., MM (Pembina Industri Ahli Muda), Rudi Darmawel, ST (Pengawas Industri), R.P. Wisnu Adityawarman (Penata Layanan Operasional), Muktarois Alan Budiyana, SH (Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Pertama), serta Teten.

Melalui forum diskusi ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam membangun konektivitas wilayah yang efektif dan efisien. Dengan demikian, sektor industri dan perdagangan dapat semakin berperan dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi, memperkuat daya saing daerah, serta mendukung pemerataan pembangunan di wilayah Indonesia Barat. (Nsr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *