Perilaku BABS Masyarakat Alami Penurunan, Bupati Serang Ratu Zakiyah Lakukan Intervensi Bangun MCK
SERANG, Obornewsbanten.com – Perilaku masyarakat Kabupaten Serang dalam dua tahun terakhir mengalami penurunan melakukan kebiasaan buang air besar sembarangan atau BABS sebesar 80 persen, yang sebelumnya hanya 20 persen.
Penurunan terungkap pada Rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit serta rapat koordinasi kabupaten/kota sehat (KKS) di Aston Anyer Beach Hotel pada Senin, 6 April 2026.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menegaskan akan terus melakukan intervensi kepada masyarakat, agar menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS. Salah satunya untuk menghilangkan kebiasaan masyarakat melakukan BABS.
“Hari ini saya hadir disini dalam rangka membuka giat rakor pengendalian dan advokasi penyakit, dan tentu Rakor Kabupaten Serang Sehat. Masih ada (masyarakat) kurang lebih 60 desa yang masih buang air besar sembarangan. Tentu saya secara pribadi dan pemerintah daerah akan terus mengintervensi,” tegasnya kepada wartawan.
Meski saat ini, kata Ratu Zakiyah sapaan Ratu Rachmatuzakiyah untuk tahun 2026 anggaran masih terlalu kecil karena kondisi fiskal yang diketahui semua pihak.
Maka, kedepan pihaknya akan berkolaborasi dengan para pengusaha untuk penyaluran CSR (Corporate Social Responsibility) atau tanggung jawab sosial perusahaan.
“Sehingga nanti kita intervensi untuk membangun mandi cuci kakus (MCK) atau jamban-jamban yang belum ada jambannya atau toiletnya rumah warga yang belum ada. Itu salah satu upaya kita, sehingga nanti masyarakat itu tidak lagi buang air sembarangan,” ungkapnya.
Meski baru 15 kecamatan dari 29 kecamatan yang mendapatkan penghargaan bebas dari BABS, Ratu Zakiyah meyakini sebelum masa jabatannya berakhir di Kabupaten Serang zero untuk masyarakat melakukan kebiasaan BABS.
Menurutnya, ini merupakan tugas bersama yakni lintas sektoral semua harus bekerja secara masif. “Sehingga nanti kedepan kita maunya itu bisa teratasi segera dengan melakukan akselerasi untuk hal ini. Sebelum selesai (masa jabatan) diusahakan zero dari buang air besar sembarangan. Karena ternyata dari tahun-tahun kebelakang sudah seperti itu,” katanya.
Maka kata Ratu Zakiyah, ini butuh kolaborasi dari berbagai pihak terutama masyarakat, kepala desa, RT/RW untuk terus menyosialisasikan kepada masyarakat setempat agar tidak melakukan kebiasaan BABS karena berdampak menimbulkan banyak penyakit yang muncul di wilayahnya.
“Kita harus melakukan gimana caranya supaya perilaku hidup sehat itu bisa kita tindaklanjuti, khususnya warga-warga yang biasa melakukan hal itu. Jadi saya yakin lah kalau kita nanti lebih masif warga juga pasti kedepan akan semakin berfikir lebih modern, karena semakin lama manusia itu berfikir lebih realistis,” tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, dr. Efrizal mengatakan 2 tahun terakhir hanya 20 persen masyarakat yang menerapkan PHBS dengan tidak melakukan BABS. Namun, tahun ini mengalami peningkatan masyarakat yang menerapkan PHBS tidak melakukan BABS mencapai 80 persen.
“Tadi disampaikan dulu itu hanya 20 persen, nah ini kan luar biasa saya fikir masyarakat kan kata ibu tadi lama-lama juga coba kalau mereka ke Serang masih mau mereka BABS, tidak kan? Artinya bisa sebenarnya, cuma memang tadi disampaikan salah satu budaya tapi tidak semua juga. Bikin WC itu ga gampang loh, biayanya, ini perlu support pemerintah,” ujarnya.
Rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit serta rapat koordinasi kabupaten/kota sehat (KKS) yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang dihadiri Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Serang, Maksum, Ketua MUI Kabupaten Serang, KH. Muhit, para Kepala OPD, Camat dan para Kepala Puskesmas se Kabupaten Serang.(Nsr)
