NASIONAL

Alumni Darul Rahman Banten Gelar Sekolah Kepemimpinan Santri

SUBANG, Obornewsbanten.com  – Untuk meningkatkan keilmuan para santriawan dan satriwati, Ikatan Alumni Pondok Pesantren Darul Rahman (IKDAR) Provinsi Banten menyelenggarakan Sekolah Kepemimpinan Santri (SEKPIMSA). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren At-Tawazun pimpinan Dr. KH. Musyfiq Amrullah, LC., M.Si di Jalan Sirnaraga Dusun Mekarsari, RT. 003/001, Desa Kalijati Timur, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan itu dilaksanakan pada Jumat- Minggu, 16-18 Januari 2026 lalu.

SEKPIMSA merupakan rangkaian pertama dari program panjang pembentukan kepemimpinan santri yang bekerja sama dengan Direktorat Kesantrian Pondok Pesantren At-Tawazun, dengan tema “Kenali dan Kembangkan Potensi Kepemimpinan Anda Sejak Dini”. Kegiatan pertama ini diikuti oleh 46 santriawan dan santriwati kelas XI dan XII Pondok Pesantren At-Tawazun dan 4 siswa dari Pondok Pesantren Darul Ma’ruf di Purwakarta pimpinan Kyai Abdul Rozak. Kegiatan tiga hari ini ditargetkan sebagai persiapan mental awal bagi para pengurus Ikatan Santri At-Tawazun (ISTAWA) untuk menjadi pemimpin yang responsif, kreatif, dan inovatif di masa depan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren At-Tawazun, menghadirkan narasumber dari alumni Pondok Pesantren Daarul Rahman antara lain: Dr. Qomaruzzaman, M.Ed (Praktisi Pendidikan), KH. Dr. Cecep Nikmatullah, M.Pd (Praktisi Pendidikan), Dedi Ali Ahmad, M.Hum (Praktisi Hukum), Prof. Dr. Media ZB (Akademisi), Hery Irawan (Kemenag RI), Syukri Rahmatullah, M.Ikom (Praktisi Media), dan Ahmad Ramli (Outbound Trainer).

“Santri harus mempunyai bekal keilmuan yang sangat baik. Disamping mempelajari ilmu keagamaan, santri juga harus menguasai ilmu-ilmu pengetahuan dan sains yang lainnya. Sehingga lulusan pondok pesantren dapat bersaing diberbagai bidang keilmuan,” ujar salah satu pembicara KH. Dr. Cecep Nikmatullah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga digembleng mengenai kediisplinan, lembentukan nilai moral dan tanggung jawab pada diri sendiri maupun institusi yang ada di Indonesia.

Kegiatan selama tiga hari tersebut dibagi menjadi beberapa sesi. Diantaranya esi pemembahasan Teknik Persidangan, dengan Ahmad Jalaludin, S.Hi. sebagai narasumber.

Sesi selanjutnya adalah Pengantar Manajemen dan Administrasi, yang disampaikan oleh Dr. Cecep Nikmatullah, M.Pd., yang membimbing peserta untuk mengelola organisasi sekolah secara efektif, termasuk fungsi manajemen dalam organisasi, teknik dan mekanisme administrasi dasar untuk surat menyurat, arsip, dan dokumentasi organisasi untuk mendukung program kerja OSIS agar terstruktur dan berhasil.

Sesi kelima merupakan momen yang paling menarik. Pembicara Hery Irawan mengajak peserta untuk berdebat dalam kelompok mengenai bonus demografi pada tahun 2045, yang akan menandai peringatan 100 tahunnya, sebagaimana dilihat oleh kaum muda. Hal ini berhasil merangsang kreativitas dan kolaborasi di antara para peserta, sebagaimana dibuktikan oleh kemampuan mereka untuk merancang solusi inovatif.

Sesi tentang Motivasi dan Analisis Diri, dengan Prof. Dr. Media ZB sebagai narasumber. Selanjutnya materi dilanjutkan oleh Dr. Qomaruzzaman, M.Ed., yang menyampaikan materi tentang Konsolidasi Antar Kelompok Pengusulan, Teknik Pembuatan Rencana dan Pelaporan.

Sesi terakhir disampaikan oleh Syukri Rahmatullah, M.Ikom, dengan tema “Peran Pemuda di Era Disrupsi.” Rahmatullah mengarahkan para peserta dalam suasana yang penuh semangat, dengan fokus pada membangun kepemimpinan berwawasan global di era digital.(Nsr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *